Minggu, 28 Juni 2015

Berita Wisata : Kota Surabaya

Kebersihan & Pepohonan

Kalau kita jalan-jalan di sepanjang jalan-jalan utama Kota Surabaya kita akan melihat begitu banyak pohon-pohon yang asri menghijau dikiri-kanan jalan, sehingga secara umum dapat kita nikmati keasrian ponon disana.

Kdmacetan,
Lala lintas di Surabaya cukup padat dan macet pada hari-hari kerja

Rabu, 10 Juni 2015

Budaya Karo : Adat Karo

Pengantar
Setiap masyarakat yang tinggal disuatu wilayah tertentu pasti hidup dengan adat istiadatnya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan satu sama lain sehingga semua pekerjaan dan persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan bila telah terjalin persatuan yang baik.
Masyarakat Karo
Demikian juga pada Masyarakat Karo yang mendiami seluruh wilayah tanah ulayat Orang Karo mulai dari Karo Gugung, Karo Jahe, Karo Baluren, Karo Timur sampai Aceh Tenggara kehidupannya tidak terlepas dari adat istiadat Karo.
Masyarakat Karo terdiri dari lima kelompok merga yakni sebagai berikut :
1. Karo-Karo
2. Ginting
3. Tarigan
4. Sembiring
5. Peranginangin
Fakta menunjukkan semenjak zaman dahulu ketika dimulai pendirian desa-desa minimal harus ada empat kelompok ( tiga merga )  masyarakat yang mengikatkan diri didalam suatu komunitas desa tersebut sehingga proses adat istiadat Karo dapat dijalankan disana yakni sbb :
1. Simantek Kuta ( Suatu Merga tertentu )
2. Senina Kuta ( Satu Merga dengan simantek kuta, tapi beda sub merganya )
3. Anak Beru Kuta ( Dari Merga Lain )
4. Kalimbubu Kuta ( Dari Merga lain berbeda dari 1, 2 dan 3 )
Masyarakat adat ini sangat jelas terlihat didalam kehidupan sehari-sehari semenjak rencana Pendirian Desa, Pendirian Rumah Adat Karo dan alokasi ruang ( jabu ) di rumah adat sesuai dengan kelompok dan fungsi serta kedudukannya didalam masyarakat adat tersebut demikian juga dalam acara adat perkawinan keempat kelompok diatas tadi harus selalu hadir di kedua belah pihak pengantin laki-laki dan pihak perempuan ( disebut sebagai sangkep nggeluh )
Pada umumnya masing-masing kelompok ini di desa mempunyai area halaman [ kesain ]. Dari kesain-kesain inilah terbentuk suatu desa.
Desa ( Karo : Kuta )
Disamping telah adanya masyarakat adat yang akan menghuni suatu desa, tentu ada syarat-syarat lain yang tersedia disekitar wilayah yang akan dihuni yakni sbb :
1. Area wilayah pertanian baik untuk perladangan ( juma ) atau sabah ( sawah ).
2. Sumber Air, baik untuk pengambilan air minum maupun untuk tempat mandi ( tapin ).
3. Hutan, tempat mengambil kayu bakar dan kepentingan lainnya seperti bahan obat-obatan, rotan, ijuk, air nira untuk gula merah dan bahan kayu untuk pendirian rumah, lumbung padi, balai desa dll. Prinsipnya hutan tidak boleh dirusak, yang diambil dari sana hanya sebatas keperluan sehingga hutan tetap lestari.
4. Tempat yang dikramatkan ( Silan )  dimana disana sering dilakukan ritual pemujaan kepada nini / illah yang dipercaya mempunyai kuasa mendatangkan kemakmuran, kesehatan, keamanan dan sebaliknya bencana, penyakit , kekacauan, kemelatan dan sebagainya. Oleh sebab itu seluruh masyarakat desa harus ikut mematuhi seluruh adat istiadat dan aturan-aturan desa dan tidak boleh berbuat curang, jahat, mencuri dan menggangu dan merugikan orang lain, karena pasti akan ada hukumannya yang diterima pelaku.
Urung
Beberapa desa yang didirikan oleh suatu merga tertentu di wilayah yang berdekatan / berbatasan akan membentuk suatu Urung dan dikepalai oleh seorang Raja Urung.
Kebayakan
Dari kumpulan beberapa urung ini maka terbentuklah Kebayakan yang dipimpin oleh seorang Raja ( Sibayak )

Demikianlah sekelumit tentang Adat Karo yang terbentuk dari pendirian desa serta kehidupannya sehari-sehari.

Kamis, 28 Mei 2015

Video & Lagu Lagu Rohani - Reh Kam ku pusuhku

Judul  : Reh Kam kupusuhku
Cipt.    : Pt. Franta Ginting
Vokal  : Suriajani Br. Bangun
Musik : Ramona Purba

Syair :
O Tuhan, gelarNdu usur kulebuh
Erjimpuh dingen ertoto iadep-adepenNdu
Kam ngenca, inganku ergani-gani
Man banNdu aku ernalem segedang geluhku

Pesusurlah Tuhan kesahNdu si Badia
Nemani geluhku ibas doni enda
Durdurkenlah Tuhan, tanNdu tan simelias
Gelah aku megegeh ngelawan kuasa dosa

Ajari dage aku tegu-tegulah aku ibas kegeluhenku
Gelahna ula celus makana ula papak ku Kam ngenca tujunku

Aloken, begiken pingko-pingkoku
Mesikel aku dameNdu reh Kam ku bas pusuhku

( Franta Ginting )

Jumat, 15 Mei 2015

Berita Budaya Karo : Gendang Tarigan ras Anakberuna se Karawaci Tangerang

Ibas wari Rabu, 13 Mei 2015 enggo ilakoken Gendang Mburo Ate Tedeh Tarigan Mergana ras Anakberuna se - Karawaci Tangerang ras sekitarna. Acara ilakoken i Lokasi Pasar Modern Mutiara Kasih si ihadari anggota perpulungen ras undangan ibas perpulungen merga-merga diluar Tarigan. Kenca landek sukut Tarigan mergana iumputi Anakberu Tarigan ( Ginting, Karo-Karo, Sembiring ras Peranginangin ) emaka iadu me perkolong-kolong Samuel Sembiring ras Esahati Br. Ginting.
Acara cukup meriah dingen enterem sireh ras tetap antusias ngikuti acara seh dung jam 24.00 wib.
Salam mejuah-juah, mburo ate tedeh nandangi Taneh Karo Simalem.

Karawaci, Mei 2015
( Franta Ginting )


Video & Lyrics Lagu Karo - Tangisen Deleng Sinabun

TANGISEN DELENG SINABUN


Uga nge ndia turang ningku ngerana
Makana aku ialoindu
Enggo kap keri mesayang kata kubelas
Asa gundari kam nembeh bangku

Adi kuinget k'rina si enggo lewat
Sehkal ulina arih-arihta
Gundari getem mesayang pusuh kubaba
Ngidah ngukuri kai siterjadi

Kutatap ku datas Deleng Sinabun
Nungkun pusuhku ndigan nge makana jore
Ije kuinget arihta si lenga sahun
Kai nge ndia erbansa lalap la tembe

Erjimpuh aku ertoto, ku Dibata tetap kupindo
Perbahan Ia ngenca ngasup sipejoresa
Pusuhku erpengarapen, bas sada masa dat kemalemen
Dibata saja ngenca ngasup simerekensa

Tangerang,   Mei 2015
Franta Ginting

( Song Writer : Franta Ginting /15.05.15 )

Berita Budaya Karo : Gendang Ginting Munthe se - Jabodetabek 09 Mei 2015

Pada hari Sabtu, tanggal 09 Mei 2015 telah diadakan Gendang Mburo Ate Tedeh Perpulungen Ginting Munthe, Anakberu ras Anakberu Minteri se Jabodetabek bertempat di Gedung Cut Nyak Dien Buperta Cibubur Jakarta Timur dimulai dari pukul 15.00 wib hingga tengah malam.

Acara ini secara rutin diadakan setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama anggota Perpulungen Ginting Munthe ras Anakberuna yang tersebar di Wilayah Jabodetabek.

Walaupun sore itu Jabodetabek diguyur hujan deras dan jalan tol menuju Cibubur cukup padat dan tersendat, namun tidak mengurangi semangat dan antusias anggota untuk etap hadir walaupun agak terlambat, hal itu terlihat tidak kurang sekitar 400an orang yang hadir dalam acara tersebut.

Semoga untuk tahun depan acara dapat lebih meriah dan Anggota Perpulungen Ginting Munthe ras Anakberuna se - Jabodatabek semakin jaya dan semakin sukses dalam tugas dan kehidupannya masing-masing atas berkat Tuhan yang Maha Kuasa.

Jakarta, Mei 2015
Salam mejuah-juah,
Franta Ginting Munthe

Kamis, 30 April 2015

Video Keyboard Karo : Uga Kata Sorandu


Judul : Uga Kata Sorandu
Syair / Lagu : Franta Ginting
Music / Vocal : Franta Ginting

Kena ateku ngena, nande nangin
kena ateku jadi
Kuinget kena rusur, bere biring
jine suari berngi
Lanai, lanai, tertembeng isi pusuhku
nandangi kena
Kena tambatan pusuh, kene nge ngenca
maka malemna

Uga kata sorandu, nande nangin
aloi mama itingndu
Maka malem pusuhku, bere biring
adi ueken kena
Enggo, enggo ertunas, kekelengenku
nandangi kena
Ulamin pagi sempat la erpengue
katandu bangku

Asa gundari lenga kubegi rananndu rutang
mesayang
Aoikal kal ue min nindu makana malem
bas pusuhku
Aloi, aloi,aloi kal aku,
Ue mama iting bagemin nindu.